Banner 88X31

Tampilkan postingan dengan label Info IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info IT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

Teknik Mencegah Link Penipuan



Setelah kita membahas tentang Asal Muasal Dajjal sekarang kita akan membahas pencegahannya dengan 2 buah plugin pada Mozilla Firefox.
Ilustrasi
Anda dikirimi sebuah link dengan layanan pemendek url saat online di sebuah social media oleh rekan Anda, seperti artikel di atas.
Jangan membukanya secara semena-mena, kita tidak tahu apakah ada IP logger atau bahaya lain di balik itu, lebih baik kita gunakan plugin firefox berikut :

Kita bahas plugin pertama, yaitu Anonymouse.org 2.0
Plugin ini hanya bekerja pada link (bukan teks biasa) yang sudah kita klik kanan dan dimunculkan pop-up kemudian klik Open Link Anonymously
Setelah kita klik, muncul jendela atau tab baru (tergantung pengaturan plugin Anda) menuju ke link tujuan yang sudah didahalui dengan web-proxy dari anonymous.org
Saya menaruh sebuah IP logger di halaman tersebut, tetapi berkat web-proxy, IP Anda berhasil disamarkan, kalau Anda membukanya secara normal tanpa proxy, IP public Anda akan kelihatan
IP dari anonymous.org yang gratis selalu berawalan dengan 193.bla.bla.bla, jadi jika Anda juga menggunakan IP logger lalu korban anda menggunakan ip berawalan 193, MUNGKIN korban Anda juga menggunakan layanan ini
Selanjutnya, plugin yang kedua adalah Long Url Please 0.4.4
Plugin ini akan merubah banyak layanan pemendek URL menjadi URL asli (akan tetapi tidak dapat digunakan pada social media dan text bukan link)
Sebagai perbandaingan, amati gambar pertama dimana http://pakarti.web.id/galau/index.wow dibuka dengan google chrome tanpa plugin.
Hasilnya link yang pendek tersebut tidak berubah, tetapi bila dibuka dengan firefox akan ketahuan bahwa url aslinya adalah http://pakarti.web.id/galau/index.wow (tergantung dari pengaturan Anda)
Demikianlah sedikit tips yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat 

Sumber : 

Kamis, 25 Juli 2013

Internet di Indonesia Bakal Disurvei



Badan Pusat Statistik menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), untuk melakukan survei penggunaan internet di sektor bisnis, Kamis (25/7/2013).

Misi survei ini adalah menghasilkan data tentang pertumbuhan penggunaan dan penyerapan sarana komunikasi dan teknologi informasi di sektor bisnis. Dalam kerjasama ini, APJII akan terlibat dalam hal perencanaan. Sementara pengolahan data dan pelaksanaan teknis di lapangan akan dilakukan oleh BPS.

Ketua Umum APJII Semuel A. Pangerapan mengatakan, data hasil survei nantinya dapat digunakan oleh publik dan diharapkan bermanfaat dalam industri telekomunikasi. "Data sangat penting dalam mengembangkan dan menetapkan kebijakan dalam dunia usaha, baik di sektor pemerintah maupun swasta," kata Semuel.

Aditya Panji/Kompas.com
Ketua Umum APJII Semuel A. Pangerapan dan Kepala BPS Suryamin, menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama untuk melakukan survei pengguna internet di sektor bisnis, Kamis (25/7/2013).
Ia juga berharap, data ini bisa digunakan untuk melihat daerah-daerah di Indonesia yang belum terjangkau internetnya.

Kepala BPS Suryamin menyatakan, sektor teknologi informasi selama ini telah mendorong perekenomian dan produktivitas sektor bisnis lainnya.

Sebagai langkah awal, BPS akan melakukan survei internet untuk industri tahun 2013 yang sudah dimulai pada Juli ini. Survei akan melibatkan responden dari kalangan industri, hotel, restoran, dengan sampel meliputi 33 propinsi di Indonesia.

APJII sendiri setiap tahunnya mengadakan survei tentang pengguna internet. Tahun 2012 lalu, APJII mencatat ada 63 juta pengguna internet di Indonesia dengan penetrasi sebesar 24,23 persen.

Kisah Peretas "Baik Hati" Pembobol Situs Apple



Situs web pengembang aplikasi Apple mengalami gangguan selama tiga hari sejak Kamis, 17 Juli 2013, karena berhasil dibobol oleh seseorang. Peretas itu ternyata adalah seorang peneliti keamanan cyber, bernama Ibrahim Balic.

Balic mengaku sebagai orang yang bertanggung jawab atas aksi peretasan ke situs web, yang sejatinya menyediakan informasi cara mengembangkan aplikasi dan forum seputar platform iOS dan Mac OS X.

Mulanya, Apple memberi keterangan bahwa situs tersebut sedang dalam pemeliharaan. Namun, akhirnya, Apple mengakui situs telah disusupi oleh peretas. "Kamis lalu, seorang penyusup berusaha mengambil informasi pribadi pengembang aplikasi kami yang terdaftar di situs web," tulis Apple dalame-mail kepada para pengembang.

"Informasi sensitif yang dienkripsi tidak dapat diakses. Namun, kami belum bisa mengesampingkan beberapa kemungkinan bahwa nama pengembang, alamat, atau e-mail, mungkin telah diakses."

Setelah kejadian itu, Apple mengatakan ingin merombak total sistem situs itu, termasuk memperbarui perangkat lunak server dan membangun lagi database pengembang aplikasi. Apple sejauh ini tidak mengambil tindakan hukum terhadap si pelaku.

Balic ternyata menemukan 13 celah keamanan pada situs web pengembang aplikasi Apple. Salah satu celah itu cukup berbahaya, di mana Balic bisa masuk dan mengakses informasi sensitif tentang nama lengkap pengembang, alamat e-mail, dan user ID.

Hari Minggu, 21 Juli 2013, Apple mengakui bahwa si peretas telah memperoleh akses ke informasi sensitif.

Pada hari yang sama, Balic membuat video pembelaan diri yang diunggah ke YouTube. Pria asal Turki tersebut menyatakan tak memiliki niat jahat dan menegaskan dirinya bukan peretas jahat.

"Saya ingin membantu mereka menemukan beberapa bug penting yang harus dipertimbangkan," ujar Balic seperti dikutip dari Wired. Dia tak akan merilis informasi sensitif sehingga pengembang aplikasi Apple tak perlu khawatir datanya akan dicuri.

Sebenarnya, Apple bisa saja menggugat Balic karena telah menyusup ke sebuah sistem komputer tanpa izin.

Pada 2012, seorang pemuda 26 tahun bernama Andrew Auernheimer dinyatakan bersalah atas penipuan identitas dan konspirasi mengakses sistem komputer tanpa izin. Dua tahun sebelumnya, Auernheimer menemukan celah keamanan pada situs web operator telekomunikasi AT&T. Ia akhirnya dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara dan dianggap melanggar Undang-undang Penyalahgunaan dan Penipuan Komputer Amerika Serikat.

Kendati demikian, Balic mengaku tidak khawatir dengan tindakan hukum apa pun yang akan diambil Apple. "Saya pikir saya tidak harus khawatir karena saya tidak melakukan sesuatu yang buruk terhadap Apple dan wibawa perusahaan mereka," tuturnya. 

Ia bakal menghubungi Apple untuk memberi informasi rinci atas temuannya. Di balik semua itu, Balic mengaku hanya ingin mengingatkan Apple bahwa ada celah yang belum terkunci aman di situs yang menampung data pengembang aplikasi. Balic meyakini ini merupakan bagian dari pekerjaannya sebagai peneliti keamanan cyber.

Hacker" Murka, Internet Dunia Melambat



Kecepatan internet di dunia, khususnya di belahan benua Eropa, dikabarkan melambat. Hal ini tidak disebabkan oleh rusaknya infrastruktur atau ada kabel bawah laut yang terkena jangkar kapal, seperti yang menimpa jaringan internet salah satu operator Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Melambatnya internet di Eropa tersebut disebabkan oleh sebuah serangan distributed denial of service (DDoS) yang diklaim sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Biasanya, untuk melancarkan serangan DDoS, si penyerang memanfaatkan server atau botnet untuk mengirimkan traffic palsu kepada target dengan harapan dapat membuat server target menjadi offlineatau mati. 

Namun, serangan kali ini disinyalir sedikit berbeda. Peretas diduga memanfaatkan masalah di Domain Name System (DNS) untuk memborbardir server korban dengan traffic internet dari seluruh dunia. Skala serangan ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah karena mampu mencapai 300 GB per detiknya.

Serangan DDoS ini diarahkan ke sebuah perusahaan keamanan jaringan bernama Spamhaus. Perusahaan yang bermarkas di kota Geneva (Swiss) dan London (Inggris) tersebut selama ini bekerja membuat daftar hitam (blacklist) situs-situs web yang dianggap berbahaya.

Daftar hitam tersebut nantinya akan dijual ke berbagai perusahaan penyedia layanan internet (ISP) yang biasanya menggunakan daftar ini sebagai acuan untuk memblokir situs-situs web yang dianggap berbahaya. 

Seperti dikutip dari Mashable, Kamis (28/3/2013), daftar hitam itu diperkirakan "bertanggung jawab" terhadap pemblokiran 80 persen spam e-mail di seluruh dunia.

Spamhaus sendiri dikabarkan menjadi korban serangan DDoS setelah menambahkan Cyberbunker, sebuah penyelengara internet asal Belanda, dalam daftar hitamnya.

Cyberbunker adalah sebuah layanan penyimpanan data yang mengizinkan penggunanya untuk menyimpan semua data, kecuali pornografi anak dan hal-hal yang berkaitan dengan teroris.

Sepertinya, pihak-pihak di balik Cyberbunker atau bersimpati dengannya murka atas tindakan pemblokiran tersebut, kemudian mereka pun melakukan serangan balasan dendam.

Meski Cyberbunker sebenarnya tidak dituduh bertanggung jawab atas serangan ini, seorang yang mengaku sebagai juru bicara Cyberbunker, Sven Olaf Kamphuis, memberikan sebuah pernyataan yang membuat perusahaan tersebut menjadi tertuduh. 

Kepada BBC, Kamphuis menyatakan, Spamhaus tidak seharusnya dapat menentukan "apa yang boleh dan tidak di internet".

Steve Linford, kepala eksekutif Spamhaus, kepada BBC, mengatakan, skala serangan ini belum pernah terjadi sebelumnya."Kita dalam serangan cyber selama lebih dari seminggu,'' katanya.

"Tetapi, mereka tidak bisa meruntuhkan kami. Teknisi kami melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk menangkal serangan.''

Linford mengatakan pasukan polisi internet dari lima negara kini tengah menyelidiki serangan cyberini.


Sumber : 

Serangan Cyber dari Indonesia Meroket, "Juara" 2 Sedunia



Kuartal terakhir 2012, nama Indonesia tak terlihat dalam daftar negara-negara "penyumbang" serangan cyber terbesar di dunia.

Kala itu, hanya 0,7 persen serangan berasal dari Tanah Air, menurut laporan tiga bulanan "State of the Internet" dari Akamai, penyedia layanan cloud computing dan pengiriman konten yang bertanggung jawab atas hampir seperlima trafik di web.

Tapi hal itu berubah drastis pada kuartal pertama 2013. Jumlah serangan yang berasal dari Indonesia mengalami kenaikan luar biasa, sebesar 30 kali jumlah sebelumya hingga kini mencapai 20 persen dari jumlah keseluruhan serangan cyber di seluruh dunia.

Ini mendudukkan Indonesia di urutan kedua setelah China dalam hal lokasi asal serangan cyber. Tak ada satu negara lain pun yang bisa menyamai laju kenaikan serangan cyber Indonesia, tapi apa yang sebenarnya terjadi?
Akamai
Daftar 10 besar negara asal serangan cyber per Q4 2012 dan Q1 2013 dari Akamai
David Belson, penulis dan penyunting laporan Akamai yang bersangkutan, mengatakan bahwa sulit untuk mengambil kesimpulan dari data yang dikumpulkan Akamai. Tidak diketahui apakah serangan-serangan tersebut dilakuakan secara berkelanjutan selama tiga bulan atau lebih bersifat insiden yang terisolasi.

Sulit pula untuk mengetahui apabila serangan-seragan cyber itu benar-benar berasal dari dalam Indonesia. "Bisa jadi sistem yang didata Akamai sebenarnya dipakai sebagai proxy oleh penyerang yang berlokasi di negara lain. Ada kemungkinan sejumlah komputer di Indonesia dikendalikan oleh hacker di Rusia, misalnya," jelas Belson, seperti dikutip dari Quartz.

Tapi kemungkinan bangkitnya peretas-peretas dari Indonesia pun tak boleh dipandang sebelah mata. Terlebih, belakangan ini Indonesia diramaikan sejumlah kasus serangan cyber yang jumlahnya mencapai 36.6 juta insiden dalam tiga tahun terakhir, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pada Januari tahun ini, kelompok yang menamakan diri Anonymous Indonesia melakukan defaceatas 12 situs pemerintah untuk memprotes penangkapan hacker yang sebelumnya meretas situs presiden. Saking meningkatnya serangan cyber, kementerian pertahanan sampai merasa perlu membentuk tim khusus untuk menangkal ancaman cyber terhadap keamanan nasional.

Pihak pemerintah juga menuding negera-negara seperti China, Rusia, Korea Utara, dan Amerika Serikat sebagai lokasi asal serangan yang menyasar Indonesia.



Sumber :

Rabu, 24 Juli 2013

Update Microsoft Office 2010 SP2 Sudah Tersedia di Microsoft Update



Microsoft baru saja merilis update Service Pack 2 (SP2) untuk Microsoft Office 2010. Update SP2 ini membawa berbagai perbaikan serta peningkatan kinerja dan kompatibilitas dari Office 2010 dengan Windows 8, Internet Explorer 10, dan Office 2013.
Selain itu, update SP2 ini tentu saja turut membawa berbagai perbaikan keamanan, stabilitas, serta berbagai Cumulative Updates (CU) dan Public Updates (PU) yang dirilis Microsoft sejak Office SP1 dirilis.
Microsoft Office SP2 ini telah tersedia lewat Microsoft Update dengan ukuran file update sekitar 395,1 MB. Jadi pastikan bahwa koneksi yang digunakan cepat dan stabil.


Sumber :  

Indonesia Jadi Sarang Peretas



Para pengguna komputer harus semakin mewaspadai serangan hacker atau peretas. Selain merusak komputer atau jaringan internet, peretas juga berbahaya karena bisa mencuri data-data pribadi.
Celakanya, Indonesia ditengarai bakal menjadi sarang peretas di masa mendatang. Studi yang dilakukan lembaga riset Akamai Technologies menyebutkan 21 persen dari serangan siber (cyber-attack) dunia datang dari Indonesia. Hal ini terjadi sepanjang kuartal pertama 2013.
Akamai menyebutkan, aktivitas peretas dari Indonesia cukup canggih. Mereka mampu membuat serangan botnet Robot Network. Botnet adalah sekelompok komputer yang telah diinfeksi oleh software-software jahat (malware) yang bertugas untuk mencuri data-data penting. Malware juga berbahaya karena menginfeksi komputer lain, ibarat menyebarkan penyakit.
Data tersebut menunjukkan peran Indonesia yang semakin penting dalam hal cyber-attack. Proporsinya meningkat pesat hanya dalam satu kuartal. Berdasarkan penelitian Akamai, pada kuartal keempat 2012 serangan siber yang datang dari Indonesia kurang dari 1 persen. Kini Indonesia hampir setara dengan Cina yang memang dikenal sebagai sarang peretas yang kerap mengganggu negara-negara maju.
Dalam peringkat yang disusun Akamai, Indonesia menempati posisi kedua setelah Cina yang dinilai bertanggung jawab atas 34 persen serangan peretas global. Indonesia bahkan mengungguli Amerika yang memiliki proporsi 8,3 persen. Amerika belakangan malah cenderung menjadi korban cyber-attack yang dilakukan peretas dari Korea dan Cina.
Salah satu cyber-attack yang mengguncang Indonesia terjadi pada Januari 2013, saat seorang peretas merusak situs resmi pemerintah. Mei lalu, situs berita resmi pemerintah Cina, Xinhua News Agency melaporkan bahwa Indonesia berencana untuk mendirikan sebuah pasukan tentara siber (cyber military) untuk menangkal serangan peretas.

Postingan Lama Beranda